Thursday, June 13, 2013


Napoleon Bonaparte seorang Islam?

Berita ini disambut gembira umat Islam namun dinafikan oleh mereka yang tidak senang dengan perkara yang mengembirakan  umat Islam.  Tambahan pula  Napoleon Bonaparte itu dimusuhi  Inggeris.  Tokoh yang menjadi musuh  Inggeris  dianggap  orang jahat…

 Seorang penulis  bernama  Davis Musa Pidcock  menulis sebuah buku bertajuk  Satanic Voices-Ancient and modern terbit  pada tahun 1992 mengatakan  Napoleon Bonaparte memeluk Islam pada  02 July 1798 atau  23 tahun sebelum meninggal dunia.

 Surat kabar Perancis ‘Le Moniteur’, turut melaporkan berita  Napoleon Bonaparte  memeluk  Islam pada tahun 1798. C.Cherfils Penulis  buku ‘Napoleon And Islam’  (ISBN: 967-61-0898-7) turut mengakui kebenaran tersebut.

 Majalah Genuine Islam yang diterbitkan di Singapura edisi Oktober 1936  pernah menyiarkan  kata-kata  Napoleon Bonaparte seperti berikut.

  “Religions are always based on miracles, on such things than nobody listens to like Trinity. Yesus called himself the son of God and he was a descendant of David. I prefer the religion of Muhammad. It has less ridiculous things than ours; the turks also call us idolaters.”

(“Agama-agama itu selalu dikaitkan dengan  hal-hal yang ajaib, seperti halnya Trinitas yang sukar dipahami. Jesus memanggil dirinya sebagai anak Tuhan, padahal ia keturunan Daud. Saya lebih meyakini agama yang dibawa oleh Muhammad. Islam terhindar jauh dari kelucuan-kelucuan ritual seperti yang terdapat di dalam agama kita (Kristien); Bangsa Turki juga menyebut kita sebagai orang-orang penyembah berhala dan dewa.” )

Kata Napoleon  Bonaparte lagi:

“Surely, I have told you on different occations and I have intimated to you by various discourses that I am a Unitarian Musselman and I glorify the prophet Muhammad and that I love the Musselmans.”

 (Dengan penuh keyakinan saya telah mengatakan kepada anda semua pada kesempatan yang berbeda, dan saya harus memperjelas lagi kepada anda di setiap ceramah, bahwa saya adalah seorang Muslim, dan saya memuliakan nabi Muhammad serta mencintai orang-orang Islam.)

 Akhirnya  beliau  berkata :

 “In the name of God the Merciful, the Compassionate. There is no god but God, He has no son and He reigns without a partner.”

 (Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Tiada Tuhan selain Allah. Ia tidak beranak dan Ia mengatur segala makhlukNya tanpa pendamping. )

 Selanjutkan Nepoleon Bonapart  mengatakan “Aku telah belajar dari buku ini, dan aku merasa bahwa apabila kaum muslimin mengamalkan aturan-aturan komprehensif buku ini, maka niscaya mereka tidak akan pernah terhinakan.”

 Akibatnya  Napoleon Bonaparte telah dimusuhi oleh Inggeris dan sekutunya yang membawa kejatuhan  Jeneral Perancis yang paling digeruni itu.

 


1 comment:

Hakai Monumen said...

Boleh tak penulis Latip Talib menulis kisah mengenai Napolean Bonaparte?Kalau sudah ada tolong maklumkan kepada saya.Terima kasih